Senin, 30 Juni 2014

Pulau Ubin, Singapura



Pulau Ubin ialah pulau kecil (seluas + 10 km²) yang terletak di timur laut pulau utama Singapura, di samping Pulau Tekong.. Menurut orang-orang Melayu, pulau ini juga dikenal sebagai Pulau Batu Ubin. Batu-batu di pulau ini digunakan untuk membuat ubin lantai pada masa lalu dan dipanggil "Jubin", yang kemudian disingkat Ubin, sehingga di sini banyak tambang granit yang sudah ditinggalkan.
Untuk pergi ke tempat ini, anda pergi ke Changi Point Ferry Terminal lalu naik kapal kecil, yang maksimal penumpangnya 12 orang, dengan tujuan Pulau Ubin. Ongkosnya SGD 2,5 per orang dan SGD 2,5 per sepeda. Jadi jika Anda membawa sepeda sendiri, anda harus bayar ongkos tambahan untuk sepeda Bagi anda tidak membawa sepeda sendiri, tidak perlu kuatir, karena banyak jasa sewa sepeda disini. Untuk sewa sepeda, anda perlu merogoh kocek sebesar SGD 10 per sepeda. Kalau datang rombongan, lebih murah jika menyewa sepeda tandem
   Pulau ini disebut kampung terakhir di Singapura, sehingga kehidupan kampung masih begitu terasa di sini. Nuansa alam yang damai, udaranya yang bersih dan suara bising kendaraan bermotorpun jarang terdengar di sini. Makanan di sinipun lebih lezat ketimbang makanan yang ada di kota, mungkin karena sayurannya masih segar dan dagingnyapun bukan hasil karbitan seperti daging yang dihasilkan oleh peternakan komersil yang canggih.
Biasanya yang datang ke sini adalah turis-turis lokal atau orang-orang yang bekerja di Singapore yang ingin refreshing dan melepas stress dari hiruk pikuk kehidupan kota. Mereka ingin santai menikmati nuansa desa di Pulau Ubin ini dengan bersepeda mengeliling Pulau Ubin ini sambil menghirup udaranya yang segar. Ada juga yang datang untuk camping/berkemah di sini atau sekedar berjalan-jalan santai sambil berburu objek foto alam yang fantastis..
  Ketika kami berkeliling naik sepeda, banyak buah durian yang berserakan di pinggir jalan. Pikiran langsung membayangkan nikmatnya makan buah durian ( ...nyam...nyam....)..Wah, air liur kami langsung menetes. Weeeiitsss...tapi harus tanya aturan disini dulu sebelumnya..Sekedar info, makan durian di Pulau Singapura bisa kena denda SGD 500 atau sekitar 5 jutaan..apa gak “gurih banget” tuh....hehehe.  Setelah bertanya-tanya ke orang-orang, dimana pembelinya dan berapa harganya, kami mendapat info kalau yang berserakan itu adalah buah durian liar, maka......tanpa dikomando, tanpa basabasi dan tanpa permisi, kami langsung mencari durian yang besar dan layak konsumsi. Persis seperti anak kecil ketika berada di kebun durian..heheheh...Dan kejadian selanjutnya adalah Hajaaaarrrr Bleeehh.....hehehehe

Legenda dan Sejarah
   Legenda mengatakan bahwa Pulau Ubin terbentuk saat 3 binatang dari Singapura ( katak, babi dan gajah) menantang satu sama lain berlomba mencapai pesisir Johor. Binatang yang kalah akan berubah menjadi batu. Ketiganya menjumpai banyak kesulitan dan tak sanggup mencapai pesisir Johor. Oleh karena itu, secara bersama-sama gajah dan babi berubah menjadi Pulau Ubin sedangkan katak menjadi Pulau Sekudu atau Pulau Katak.
   Pertambangan granit membuat beberapa ribu pemukim pada 1960an tinggal disini, namun sekarang tinggal sekitar 1.000 penduduk. Pulau ini adalah salah satu dari sangat sedikitnya pulau lepas pantai di Singapura yang tetap dihuni.
Ketika ada wabah flu burung dari Malaysia, maka pada 3 Juni 2005, pemerintah Singapura memerintahkan bahwa seluruh petani yang memelihara unggas di pulau itu untuk dikapalkan ke tanah utama Singapura dan tinggal di perkebunan yang diakui pemerintah dari 17 Juni 2005. Dalam pertukaran itu, penduduk asli ditawari paket perumahan HDB, walau mereka dapat memilih tinggal di pulau itu.
Pulau Ubin merupakan salah satu wilayah terakhir Singapura yang telah dilindungi dari perkembangan kota, pemusatan pembangunan, dan sebagainya
Desa rumah dan dermaga kayu Pulau Ubin, penduduknya yang santai, margasatwanya yang kaya dan dilindungi, bekas pertambangan dan tanaman, dan sifat dasarnya yang tak tersentuh pada umumnya membuatnya jadi saksi terakhir "kampong" Singapura kuno yang ada sebelum masa industri modern dan rencana pengembangan.
Proyek pengembangan pemerintah pada pulau ini dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi kontroversial, meskipun pada akhir pembahasan telah menemukan solusinya yaitu melalui pengembangan yang dikontrol pemerintah.
Walau pengembangan terakhir sudah dibatasi hanya untuk pelebaran jalan kecil untuk sepeda, bangunan pelindung untuk pejalan dan fasilitas untuk pengunjung, dan juga sudah dilakukan secara bijaksana, namun hal ini telah mengubah wajah dan alam Pulau Ubin dari tak tersentuh menjadi terencana, dan hal ini membuka jalan untuk pembangunan masa depan.
Masa depan pulau ini ada di tangan orang-orang Singapura, namun statusnya sebagai saksi gaya hidup kuno kemungkinan akan lenyap dengan generasi "kampung" terakhir.

Obyek Wisata
Meski pulau ini menarik perhatian untuk pembangunan, tetapi dalam tahun-tahun terakhir ini, banyak pengunjung dari Singapura datang ke Pulau Ubin untuk perkemahan musim panas anak-anak dan kegiatan di luar rumah. Dan jumlah pengunjungnya dari tahun ke tahun semakin meningkat.
Selain wisata alamnya, seperti Bersepeda, jalan santai, camping/berkemah, mengamati burung, foto alam, memancing dan trekking, ada satu obyek wisata yang terkenal di pulau ini yaitu Tanjung Chek Jawa. Disini ada karang / koral yang masih asli dan sudah ada 5.000 tahun yang lalu, dengan sejumlah margasatwa laut, seperti kelinci laut, gurita, bintang laut, ikan, bunga karang, sotong dan sebagainya
Pengunjung dapat mengelilingi pulau ini dengan bumboat 10 menit yang berjalan dari dermaga Changi Village. Harganya ialah SGD 2  per orang

Jika Sobat adalah orang yang suka dengan wisata petualang, maka tidak akan rugi klo mengunjungi tempat ini ketika berada di negara Singapura.......:-)


Sabtu, 19 April 2014

Pantai Indrayanti atau Pulang Syawal ( Pulsa ), Gunung Kidul, Yogyakarta


Pantai Indrayanti atau Pantai Pulang Syawal atau Pantai Pulsa adalah salah satu pantai yang berada di Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul ( Timur ), Daerah Istimewa Yogyakarta dan bersebelahan dengan Pantai Sundak. Penyebutan nama Pantai Indrayanti sempat menjadi kontroversi karena Indrayanti bukanlah nama pantai, melainkan nama pemilik cafe dan restoran yang terpampang di depan cafe dan restoran miliknya, sehingga banyak masyarakat menyebut pantai ini dengan nama Pantai Indrayanti. Sedangkan Pemerintah Daerah Kabupaten Gunung Kidul memberi nama Pantai Pulang Syawal atau Pantai PulSa. Namun nama Pantai Indrayanti jauh lebih populer dan lebih sering disebut daripada Pantai Pulang Syawal. Terlepas dari pro dan kontra, mari kita membahas mengenai obyekwisata pantai ini aja yaa... :-)
Untuk menuju Lokasi ini, dibutuhkan waktu sekitar 2 jam dari Kota Yogyakarta. Setelah sampai di Wonosari ada 2 jalan menuju pantai ini:
1.      Melalui jalur Selatan yang melewati  Pantai  Baron, Pantai  Kukup, Pantai 
      Krakal, Pantai Sundak dan ke timur sampai ke lokasi.
2.      Melalui pertigaan dari  Wonosari  mengambil jalur  ke kiri  arah  ke  Pantai 
      Sundak, Pantai Siung dan Pantai Wediombo.
Jalan menuju lokasi Pantai sudah cukup baik tetapi harus berhati - hati karena medan yang naik turun melewati Perbukitan Sewu. Untuk sampai lokasi, harus menggunakan kendaraan pribadi karena belum ada kendaraan umum yang melayani rute tersebut.
Pengelola Pantai disini terlihat mencoba konsep yang berbeda dari pantai – pantai yang ada di Kabupaten Gunung Kidul yaitu dengan memberikan sentuhan modern ala pantai di Bali. Hal ini bisa terlihat dari penataan lokasi pantai dan sarana prasarana yang disediakan. Restoran dan Cafe tertata rapi di sepanjang pinggir pantai, payung warna warni yang bisa disewa berada di tepi pantai, JetSky yang bisa di sewa, Cottage yang ( saat ini ) berjumlah tujuh terletak di sekitar pantai, kios dan bagi yang mau membawa oleh-oleh, di lokasi ini juga terdapat toko dan kios souvenir khas pantai ini. Fasilitas umum seperti Parkir, Mushola dan Toilet  juga bisa ditemukan di oantai ini.
     Di Pantai ini, wisatawan akan dimanjakan dengan pasir Putih yang membentang dari timur ke barat dan juga dengan keindahan dan kebersihan sepanjang garis pantai ini. Pantai ini benar-benar di jaga kebersihannya jadi....bagi sobat yang suka buang sampah sembarangan, silahkan sediakan uang 10 ribu yang banyak, karena pengelola tak segan-segan menjatuhkan denda sebesar 10 ribu untuk tiap sampah yang dibuang oleh wisatawan secara sembarangan...... :-D
     Tiket untuk masuk ke lokasi adalah sebesar 5 ribu, baik untuk mobil atau minibus. Harga makanan di restoran atau cafe yang menyediakan menu seafood dan ayam bakar/goreng serta minuman kelapa muda dll, sekitar 10 ribu – 100 ribu. Untuk oleh-oleh, harga bervariasi tergantung jenis nya. Bagi yang ingin menikmati suasana malam di pantai, bisa menyewa Cottage dengan harga 300 ribu - 700 ribu per malam
Apabila sobat-sobat ingin menikmati wisata pantai dengan nuansa sentuhan modern ala di Bali, tidak ada salahnya untuk datang ke Pantai Indrayanti atau Pantai Pulang Syawal atau Pantai Pulsa..... :-)



Jumat, 14 Maret 2014

Batu Cave, Malaysia

Batu Caves  adalah Kompleks Candi Hindu yang berada di dalam Gua, terletak 13 km dari Kuala Lumpur, Malaysia. Untuk mencapainya bisa menggunakan :
-    Kereta Api Komuter dari KL Sentral, sekitar RM 2
-    Taksi dari KL Sentral, sekitar RM 15 -20

Kompleks Candi Batu Cave berdiri hampir 100 m di atas tanah, terdiri dari tiga gua utama dan beberapa yang kecil Gua Utama terdiri dari :
 -  Gua Cathedral atau Gua Kuil, merupakan Gua yang terbesar, memiliki tinggi 100 m 
     dan langit- langit berukir fitur kuil Hindu.  Untuk  mencapainya,  pengunjung  harus 
     mendaki curam dari 272 anak tangga
-   Gua Galeri Seni
-   Museum Gua
     Kedua goa ini berada di dasar bukit dan penuh  dengan  patung-patung  Hindu  dan
     lukisan
 
Kompleks ini direnovasi dan dibuka sebagai Villa Gua pada tahun 2008. Banyak kuil berhubungan kisah kemenangan Dewa Murugan atas iblis Soorapadam. Sebuah tur audio tersedia untuk pengunjung.
Gua Ramayana terletak di sebelah kiri ekstrim sebagai salah satu menghadap dinding bukit belaka. Dalam perjalanan ke Gua Ramayana, ada 50-kaki (15 m) patung tinggi dari Hanoman dan sebuah kuil yang didedikasikan untuk Hanuman, fakir monyet mulia dan ajudan Dewa Rama. Upacara pentahbisan kuil itu diadakan pada bulan November 2001
Gua Ramayana menggambarkan cerita Rama secara kronik sepanjang dinding gua tidak teratur. 

Sejarah
Batu kapur membentuk Batu Caves dikatakan sekitar 400 juta tahun. Beberapa pintu masuk gua digunakan sebagai tempat penampungan oleh masyarakat adat Temuan (sebuah suku Orang Asli).
Pada awal 1860, pemukim Cina mulai menggali untuk pupuk guano patch sayuran mereka. Namun, mereka menjadi terkenal hanya setelah bukit-bukit kapur yang dicatat oleh pemerintah kolonial termasuk Daly dan Syers serta naturalis Amerika, William Hornaday pada tahun 1878.
Batu Caves dipromosikan sebagai tempat ibadah yang didirikan oleh K. Thamboosamy Pillai, seorang pedagang India. Ia terinspirasi oleh vel berbentuk pintu masuk gua utama dan terinspirasi untuk mendedikasikan sebuah kuil untuk Dewa Murugan dalam gua.
Pada tahun 1890, Pillai, yang juga mendirikan Kuil Sri Mahamariamman, membangun arca (patung yang dikuduskan) Sri Subramania Swamy dalam apa yang sekarang dikenal sebagai Kuil Gua. Sejak 1892, festival Thaipusam di bulan Tamil Thai (yang jatuh pada akhir Januari/awal Februari) telah dirayakan di sana.
Tangga kayu sampai ke Gua Kuil dibangun pada tahun 1920 dan telah digantikan oleh 272 anak tangga. Dari berbagai kuil gua yang terdiri dari situs, terbesar dan paling terkenal adalah Kuil atau Gua Katedral, dinamakan demikian karena beberapa rumah kuil Hindu di bawah langit-langit berkubah 100 m.

Situs Yang Ada di Batu Cave.
1.      Patung Dewa Marugan
Sebuah patung tinggi 42,7 meter (140 ft) dari Dewa Murugan, yang merupakan patung Dewa Murugan tertinggi di dunia., Patung dengan biaya sekitar 24 juta Rupee, terbuat dari 1550 meter kubik beton, 250 ton baja bar dan 300 liter cat emas yang didatangkan dari tetangga Thailand, dengan waktu pembuatan sekitar 3 tahun dan diresmikan pada Januari 2006

2.      Keindahan Alam, Flora dan Fauna
Ada gua-gua berkembang berbagai yang berisi beragam fauna gua, termasuk beberapa spesies yang unik, seperti laba-laba Liphistiidae dan Eonycteris dan kelelawar Rousettus. Situs ini juga dikenal dengan berbagai kera atau monyet, yang kadang mengambil mencuri   pengunjung. Monyet ini juga dapat menimbulkan bahaya menggigit untuk wisatawan (terutama anak kecil) karena mereka bisa sangat teritoris.
Di bawah Gua Kuil adalah Gua Gelap, dengan formasi batuan dan sejumlah hewan ditemukan di tempat lain. Ini adalah jaringan dua kilometer dari gua-gua yang relatif tak tersentuh. Stalaktit menonjol dari langit-langit gua dan stalagmit naik dari lantai formasi bentuk rumit seperti tirai gua, aliran batu, mutiara dan kerang gua yang memakan waktu ribuan tahun untuk membentuk.
Dalam rangka mempertahankan ekologi gua, akses dibatasi. Para Malaysia Nature Society mengorganisir perjalanan pendidikan dan petualangan reguler ke Gua Gelap.

3.      Kegiatan Panjat Tebing
      Batu Caves juga merupakan pusat dari pengembangan panjat tebing di Malaysia
      selama 10 tahun terakhir.Gua Batu menawarkan lebih dari 160 jalur pemanjatan
      Rute yang bertebaran di seluruh sisi Gua Batu, yang terdiri dari perbukitan kapur
      naik ke 150 m. Ini  jalur pemanjatan yang mudah  diakses  sebagai tebing  paling
      mulai dari permukaan tanahatu Caves juga merupakan  pusat dari pengembangan
      panjat tebing di Malaysia selama 10 tahun terakhir. Gua Batu menawarkan  lebih
      dari 160 jalu r pemanjatan. Rute  yang  bertebaran di seluruh sisi Gua  Batu, yang
      terdiri  dari perbukitan  kapur  naik  ke 150 m. Ini  jalur pemanjatan yang  mudah
      diakses sebagai tebing paling mulai dari permukaan tanah
  
4.      Festival
Batu Caves berfungsi sebagai fokus Thaipusam tahunan masyarakat Hindu (bahasa Tamil: தைபூசம்) festival. Hal ini telah menjadi sebuah situs ziarah bagi umat Hindu tidak hanya Malaysia, tapi Hindu di seluruh dunia dari negara-negara seperti India, Australia dan Singapura.
Sebuah prosesi dimulai pada jam-jam dini hari pada Thaipusam dari Kuil Sri Mahamariamman menuju ke Gua Batu sebagai kegiatan agama untuk Tuhan Muruga berlangsung delapan jam. Pemuja membawa wadah berisi susu sebagai persembahan kepada Tuhan Muruga baik oleh tangan atau dalam pembawa dihiasi besar pada bahu mereka yang disebut 'kavadi'.
Para kavadi mungkin sederhana kayu melengkung setengah lingkaran mendukung memegang pembawa disisipkan dengan pot-pot tanah liat kuningan atau susu atau besar, yang berat yang mungkin meningkat sampai dua meter, dibangun dari frame logam yang memegang tusuk sate membungkuk panjang, akhir tajam yang menembus kulit batang tubuh pembawa. Kavadi yang dihiasi dengan bunga dan merak bulu diimpor dari India. Kavadi Beberapa mungkin berat sebanyak seratus kilogram
Ikon dibawa dalam prosesi selama Thaipusam di Gua Batu. Juga terlihat di latar belakang adalah patung emas Lord Muruga setinggi 42,7 m.
Setelah mandi di Batu Sungei dekatnya (Rocky River), para bakta wend jalan mereka ke Gua Bait Suci dan dengan daya tahan yang luar biasa mereka menaiki tangga ke kuil di dalam gua. Pemuja menggunakan tangga pusat yang lebih luas, sementara jamaah dan kerumunan penonton naik dan turun mereka langkan off di kedua sisinya
Ketika pembawa kavadi tiba di kaki tangga 272 langkah menuju Gua Kuil, fakir harus membuat pendakian yang sulit melawan gravitasi-terhadap pers massa ramai.
Imam hadir untuk pembawa kavadi. Abu bakti ditaburkan di atas kait dan tusuk sate menusuk daging umat sebelum mereka dihapus. Tidak ada darah yang ditumpahkan selama menusuk dan penghapusan.
Pada tahun 2007, festival ini menarik lebih dari 1,5 juta jamaah, menjadikannya salah satu dari pertemuan terbesar dalam sejarah




Rabu, 12 Maret 2014

Pasar Seni Kuala Lumpur, Malaysia

Pasar Seni Kuala Lumpur adalah tempat jual beli barang kerajinan Malaysia. Dahulu pasar ini adalah sebuah pasar basah yang menjual ikan,sayur-sayuran dan barangan lainnya. Namun sekarang di dalamnya hanya menjual berbagai jenis hasil seni dan kerajinan tangan tradisional dari Malaysia dan negara Melayu serantau. Mulai dari kerajinan kaum Melayu, Dayak , kaum China dan India. Di belakang bangunan Pasar seni ini , di khususkan kepada para pelukis, namun umumnya adalah pelukis potret saja. Selain barang- barang seni, di tempat ini juga bisa di temukan bermacam kuliner khas melayu dan Asia.

Pasar Seni terletak di jantung kota Kuala Lumpur, tepatnya di pinggir Chinatown. Oleh itu, jika anda mengunjungi Chinatown, sebaiknya anda juga mengunjungi Pasar Seni ini. Lokasi ini mudah di capai dengan berbagai transportasi seperti Kereta Api, LRT dan Bis Kota.
-         Dari KL Sentral hanya sekitar  15 menit dengan naik bis. yang jurusan pusat
 kota haltenya semuanya berdekatan dengan  pasar  seni. Kita  tinggal  jalan
 kaki sambil mengikuti  arah yang  di tunjukkan signboard di beberapa  sudut
 kota
-          Dari stasiun kereta api Kuala Lumpur sekitar 5 menit dengan jalan kaki
-          Dari stasiun LRT Pasar Seni hanya tinggal menyeberang jalan saja

Setelah berjalan dan telusuri satu persatu kiosk-kios dilantai bawah. Bagi anda yang dari Indonesia, pasti akan terpana karena di sini banyak kerajinan khas Indonesia yang dijual sisini, seperti :gantungan topeng-topeng khas berbagai daerah di Indonesia dan hampir kesemuanya di hiasi dengan Batik bermotif khas Jawa, Wayang Golek khas Kawa Barat,  Wayang kulit berbagai ukuran dan bahkan Angklung dan Blangkon pun ada juga di sini. Kalau anda pernah berkunjung ke Malioboro – Yogyakarta, maka tempat ini mirip seperti itu.
Sedangkan di lantai atas adalah di khususkan untuk pedagang busana-busana tradisional. Mulai dari songket, batik trengganu (motifnya berbeda batik Indonesia) , Busana khas kaum Cina dan India sampai busana khas Serawak dan Sabah. Namun banyak juga saya temui aneka busana Batik bermotifkan batik jawa. Malah banyak juga barangan-barangan kerajinan di sini yang berasaskan batik di jual di sini. Mulai dari kipas, gantungan kunci, sandal, dompet dan Dakon atau congklak.
Di sebuah panggung terbuka di tepi sungai yang berdekatan dengan Pasar Seni, pelbagai pengalaman berkaitan dengan kebudayaan telah menanti anda. kegiatan-kegiatan budaya dan seni warisan yang terdapat di sini termasuk upacara meramal ala masyarakat Cina, pertunjukan wayang kulit dan persembahan tarian India. Nikmati pelbagai persembahan dan demonstrasi seni, atau anda sendiri boleh mencoba melukis batik dengan cara tradisional.