Senin, 27 Januari 2014

Menara Kembar Petronas, Malaysia


Menara Kembar Petronas berada di kota Kuala Lumpur, Malaysia. Menara ini adalah pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia pada 1998 melampaui Willis Tower dan berakhir pada 2004 setelah dilampaui oleh Taipei 101 tetapi menara ini masih merupakan bangunan tertinggi di dunia pada abad 20.
Menara kembar Petronas memegang gelar sebagai menara tertinggi di dunia dari tahun 1998 hingga 2004 dari segi ukuran ketinggian asli ( dari lantai pintu masuk utama hingga lantai atas ) yang sesuai dengan aturan organisasi internasional yaitu Dewan Bangunan Tinggi dan Habitat Urban sejak 1969.
Sejarah
Menara Petronas dirancang oleh arsitek César Pelli dari Argentina, insinyur strukturnya Thornton Tomasetti, dibangun oleh pengembang KLCC Holdings Sdn Bhd selama 7 tahun dengan biaya US$ 1,6 Milyar. Menara yang dibuat setinggi 88 lantai ( + 5 bawah tanah ), luas 395.000m2 ( 4.252.000 ft2 ) dengan elevator sebanyak 78 buah,  dibuat dengan beton bertulang dengan eksterior dari metal dan glass, dirancang menyerupai motif seni islam untuk mencerminkan agama Islam di Malaysia. Pengaruh Islam yang lain adalah penampang lintang kedua menara yang berbentuk geometri dasar islam yaitu Rub al-hizb ditambah dengan bagian bundar untuk memenuhi keperluan ruang kantor.  
Menara ini dibangun di atas pondasi Pacuan Kuda Kuala Lumpur, Peletakan batu pertama pada 1 Januari 1992 tetapi pembangunan baru dimulai pada 1 Maret 1993 selesai 1 April 1994. Kedalaman batuan dasar sampai 120 meter, yang dibuat dalam waktu 1 tahun oleh Bachy Solentanche, menjadikan bangunan ini merupakan mempunyai  pondasi terdalam di dunia.
Menara 1 dibangun oleh konsorsium Jepang yang dipimpin oleh  Hazama Corporation dan Menara 2 dibangun oleh dua kontraktor Korea Selatan yaitu Samsung Engineering & Construction dan Kukdong Engineering & Construction. Jembatan kedua menara juga dikerjakan oleh Kukdong dan
City Center oleh  B.L. Harbert International
Pada proses pembangunan, karena kekurangan baja dan biaya untuk impor maka menara ini didirikan di atas beton bertulang yang amat kokoh yang tersusun bentuk radikal yang murah sekali. Beton yang sangat kokoh dikenal banyak kontraktor di Asia dan dua kali lebih efektif mengurangi guncangan dibandingkan baja. Oleh karena itu bangunan ini beratnya dua kali dibandingkan bangunan baja dan sejenisnya. Didukung oleh teras beton 23 x 23 meter dan lingkaran luar dengan tiang penopang super berjarak lebar, menara ini menggunakan sistem struktur canggih yang sesuai dengan profil bangunannya yang ramping serta menyediakan ruang kantor tanpa tiang seluas 560.000 m2.
Bangunan menara ini direnovasi 1 Januari 1997 dan baru diresmikan pada 1 Agustus 1999. Pada bagian bawah menara kembar ini terdapat pusat perbelanjaan Suria KLCC dan Dewan Filharmonik Petronas.
 
Arsitektur
Menara Kembar Petronas menjadi bangunan tertinggi di dunia—sebelum didirikannya Taipei 101 pada tahun 2004—yang diukur hingga ke atas komponen strukturnya (puncak, bukan antena).Puncak (spire) dianggap sebagai bagian penting dalam arsitektur bangunan tersebut, dan jika diubah bisa jadi banyak mengganti penampilan dan arsitektur bangunan, sedangkan antena bisa dipasang atau dicabut tanpa mempengaruhi penampilan bangunan. Menara Kembar Petronas masih merupakan bangunan kembar tertinggi di dunia.
Menara Willis (dahulunya Spears) dan World Trade Center terdiri dari 110 lantai, sehingga lebih banyak 22 lantai dibandingkan Menara Kembar Petronas yang berjumlah 88 lantai. Atap dan tingkat tertinggi Menara Willis dan World Trade Center agak melebihi ketinggian atap dan tingkat tertinggi Menara Kembar Petronas. Antena tertinggi di Menara Willis adalah 75 m (246 kaki) lebih tinggi dibanding puncak-puncak Menara Kembar Petronas. Walaupun demikian, menurut peraturan dan pedoman CTBUH,antena-antena Menara Willis tidak diperhitungkan sebagai sebagian dari ciri-ciri arsitekturnya. Sebaliknya, puncak-puncak pada Menara Petronas dihitung dalam ukuran ketinggian karena bukan merupakan tiang antena. Oleh karena itu, Menara Kembar Petronas melampaui ketinggian resmi Menara Willis dengan perbedaan 10 m (33 kaki), padahal Menara Willis memiliki jumlah lantai lebih banyak.


Penyewa
Menara Satu diduduki sepenuhnya oleh Petronas dan sejumlah anak perusahaan dan perusahaan asosiasi, sedangkan kantor di Menara Dua juga disewakan ke perusahaan-perusahaan lainnya Perusahaan-perusahaan yang mendirikan kantor dalam Menara Dua di antaranya: Al Jazeera, Hess Corporation, Bloomberg, GE, IBM, Khazanah Nasional[, McKinsey & Company, Microsoft, Reuters, Shell.


Taman KLCC
Terdapat sebuah jembatan udara yang menyambung kedua menara di lantai 41 dan 42, yang menjadikannya jembatan dua lantai tertinggi di dunia. Jembatan ini tidak dipasang langsung pada struktur utama, sebaliknya dirancang agar turun ke dalam dan ke luar menara agar tidak patah akibat angin kencang atau penggerakan lempeng seismik. Hal ini juga untuk mengendalikan akumulasi tekanan berlebihan yang terjadi di bagian tengah jembatan, karena jika jembatan dibangun begitu dekat dan terlalu mampat dengan struktur menara, perpindahan tekanan menyebar di sekitar jembatan yang akhirnya menciptakan fenomena "jembatan tertekan", yang dapat menyebabkan jembatan runtuh dengan mudah.[28] Jembatan ini terletak 170 m (558 kaki) dari permukaan jalan dan panjangnya 584 m (1,916 kaki), sednagkan beratnya 750 tonne (750,000 kg).
Jembatan udara Petronas juga sebenarnya diperkuat dengan 2 kaki retort yang tiap sisinya berpasangan; panjang setiap satu kaki yaitu 51 m.

Lantai 41 dan 42 juga dikenal sebagai podium, karena para pengunjung yang hendak ke lantai lebih tinggi harus berganti lift di sini. Jembatan ini terbuka untuk semua pengunjung, semua pengunjung yang ingin mengunjungi jembatan untuk tujuan rekreasi perlu mendapatkan tiket dan pas perjalanan. Awalnya tiket yang dikeluarkan adalah gratis, namun karena menjaga kualitas dan standar sistem pemeliharaan jembatan dan anjungan pemandangan yang dilihat semakin membutuhkan biaya yang tinggi, manajemen Jembatan Menara Kembar Petronas telah mengambil keputusan untuk mengenakan biaya perjalanan pada harga yang wajar.
Semua tiket yang dijual, rata-rata mengadopsi metode penjualan tiket berkonsep 'siapa datang awal, dia akan dapat (first come first serve)'. Pada bulan Ramadan, produksi tiket hanya diperkirakan terbatas sekitar 600 keping saja. Sedangkan untuk bulan-bulan lain, produksi tiket diperkirakan sekitar 1500 hingga 1700 orang sehari. Namun begitu, para pengunjung dianjurkan untuk berada di garis antrean (Queue-point) lebih awal yakni pada pukul 06.00. Ini karena konter tiket hanya mulai beroperasi pada 08.30 pada setiap hari kecuali hari Senin (ditutup untuk tujuan pemeliharaan).[30] Waktu keberangkatan pertama itu akan dimulai pada pukul 09.00 dan berakhir pada jam 19.00. Pengunjung bebas memilih waktu kunjungan pada hari tersebut tergantung pada ketersediaan tempat. Biasanya, tiket yang diberikan akan habis dijual oleh pihak manajemen Jembatan Petronas pada pukul 09.30 pagi, hanya tiket yang dikembalikan atau tiket penjualan langsung untuk perjalanan hari ketiga dari hari ketika beroperasi akan terus dijual sampai konter ditutup pada pukul 17.00.
Para pengunjung hanya diperbolehkan berada di lantai 41 karena lantai 42 hanya dibuka kepada staf penghuni bangunan. Atas dasar kemampuan jangkauan muatan, lift hanya bisa membawa 20 orang pengunjung dalam satu waktu ke jembatan. Lift ini adalah lift berkecepatan tinggi yang bergerak hanya 41 detik ke podium jembatan. Maka pengunjung perlu menunggu di ruang tunggu yang disediakan oleh manajemen. Ruang tunggu menyediakan fasilitas teater, video DVD pembangunan menara, panel informasi, pusat penyortiran barang, loker penyimpanan barang dan beberapa fitur lain. Pengunjung akan dibawa mengunjungi jembatan selama 15-20 menit dengan ciri tag warna tertentu.
Harga tiket penjualan adalah seperti berikut:
  1. Paket 1 (Jembatan udara saja) — RM 3 (dewasa dan anak-anak), RM 10 (bukan warga negara dewasa).
  2. Paket 2 (Jembatan udara dan anjungan pemandangan) — RM 20 (dewasa dan anak-anak), RM 40 (bukan warga negara dewasa).
Anjungan pemandangan terletak di lantai 86, Menara 2 Petronas. Perjalanan ke sana mengambil waktu 86 detik dari balai keberangkatan. Pengunjung yang memilih paket 2 sering diberi peluang hingga 45 menit untuk menyelesaikan kunjungan untuk jembatan udara dan anjungan pemandangan


Fungsi keamanan jembatan
Jembatan ini juga berperan sebagai piranti keamanan; jika terjadi kebakaran atau keadaan gawat darurat semacamnya di salah satu menara, maka para penghuni bisa mengosongkannya dengan menaiki jembatan ke menara yang satu lagi.[33] Evaluasi pengosongan dipicu oleh ancaman bom palsu pada 12 September 2001[34] (sehari setelah tragedi kehancuran menara kembar World Trade Center di New York) menunjukkan bahwa jembatan tersebut tidak berguna selama kedua bangunan perlu dikosongkan serentak, karena muatan tangga darurat tidak cukup untuk menghadapi kejadian seperti ini. Oleh karena itu, lift dirancang agar dapat digunakan jikalau kedua menara perlu dikosongkan, lantas berhasil karena latihan darurat menurut rancangan itu dalam tahun 2005.
Jembatan udara Menara Kembar Petronas ini juga selalu dilengkapi alat pemadam api mutakhir, terdapat juga sistem pendeteksi panas, asap dan suhu, dengan alarm keamanan dan alat percikan air. Terdapat juga panel penyedot asap di sisi jembatan untuk menyedot asap kebakaran jika kebakaran terjadi di dalam kompleks jembatan.


System Lift
Poros utama lift buatan Otis terletak di pusat setiap menara. Semua lift utama merupakan lift dua tingkat yang terdiri dari dek bawah yang mengangkut penumpang ke lantai bernomor ganjil dan dek atas untuk ke lantai bernomor genap. Untuk mencapai lantai bernomor genap dari tingkat bawah, penumpang perlu menaiki eskalator ke dek atas lift.[35]
Dari lantai bawah, terdapat tiga kelompok lift. Kelompok enam lift "jarak pendek" mengangkut penumpang ke antara lantai 2/3 dan lantai 16/17. Kelompok enam lift "jarak sederhana" pula mengangkut penumpang ke antara lantai 18/19 dan lantai 37/38. Terdapat juga lima lift segera yang membawa penumpang terus ke lantai 41/42. Untuk ke lantai-lantai melebihi 41/42, penumpang perlu menaiki lift segera, kemudian menukar lift ke lantai-lantai tinggi itu. Lift-lift penyambung ini melebihi paras tertinggi lift-lift yang mencapai lantai 2 hingga 38. Corak pelayanan lift berulang dengan lantai-lantai atas, yaitu satu set ke lantai antara 43/44 dan 57/58 dan satu set lagi ke lantai antara 59/60 dan 73/74.
Selain lift-lift utama ini, terdapat juga sejumlah lift "penyambung" yang mengangkut penumpang di antara kelompok tingkat lift utama. Berbeda dengan lift utama tersebut, lift tambahan ini bukan berjenis dua tingkat. Dua buah lift disediakan untuk mengangkut penumpang dari lantai 37/38 ke lantai 41/42 (lantai 39 dan 40 tidak bisa dimasuki). Oleh karena itu, tidak perlu seseorang di paruh bawah bangunan untuk turun ke tingkat bawah untuk sampai ke paruh atas bangunan.
Lift-lift ini dilengkapi beberapa fitur keamanan, seperti kemampuan mengeluarkan orang dari lift yang macet di antara lantai dengan membimbing salah satu lift yang bersebelahan secara manual ke sisinya, kemudian membuka panel pada dinding untuk membuka rute kepada penumpang dalam lift yang macet agar melintas ke gerbong lift yang lain. Ketika mengosongkan bangunan, hanya lift darurat yang bisa digunakan, karena hanya dilengkapi pintu keluar di lantai G/1 dan lantai 41/42; oleh karena itu jika terjadi kebakaran di paruh bawah bangunan, poros yang terlindung ini tidak akan terpengaruh. Lift pemadam kebakaran turut disediakan untuk tujuan darurat


Penyejuk Udara Terpusat
Di kawasan timur lapangan Menara Kembar Petronas, di sebelah utara Masjid Asy-Syakirin terdapat sarana utilitas KLCC District Cooling yang bertujuan menyediakan air sejuk kepada semua bangunan di lapangan KLCC. Unit air dingin bertenaga turbin penghasil gas ini mampu menyediakan udara yang nyaman sebanyak 42.000 RT, tidak hanya pada Menara Kembar Petronas dan Suria KLCC, bahkan juga Menara Maxis, Menara Exxon Mobil, Pusat Konvensi Kuala Lumpur, Mandarin Oriental Kuala Lumpur dan Masjid As Syakirin.


Peristiwa Penting
Ribuan orang mengosongkan bangunan setelah menerima panggilan ancaman bom pada 12 September 2001, sehari selepas serangan 11 September menghancurkan menara kembar World Trade Center di New York. Regu penjinak bom dikerahkan tetapi tidak menemukan bom di kedua menara Petronas setelah mengevakuasi semua orang. Para pembeli dan pengunjung diizinkan masuk kembali tiga jam kemudian pada tengah hari. Tidak ada seorang pun yang terluka dalam langkah evakuasi tersebut.[38]
Pada waktu larut malam 4 November 2005, terjadi kebakaran di kompleks bioskop di pusat perbelanjaan Suria KLCC di bawah Menara Kembar Petronas. Tidak dilaporkan adanya korban. Ketika itu, kedua menara hampir kosong (kecuali Suria KLCC yang diisi pengunjung bioskop dan pelanggan restoran).
Pada waktu pagi 1 September 2009, ahli pemanjat bangunan dari Perancis, Alain "Spiderman" Robert, berhasil memanjat hingga ke puncak Menara Dua dengan hanya mengandalkan tangan dan kaki tanpa kelengkapan keamanan dalam waktu tidak lebih dari dua jam, setelah dua percobaan sebelumnya terhalang oleh polisi di tengah-tengah menara. Pada 20 Maret 1997, pihak polisi menangkap dia di lantai 60; 28 lantai lagi sampai ke puncak. Percobaan keduanya pada 20 Maret 2007—genap 10 tahun kemudian—sekali lagi terhalang di lantai yang sama (tetapi di menara yang satu lagi).


Kutipan terkenal dari arsitek Menara Kembar Petronas:
"Menurut Laozi, realitas benda be-ruang adalah ruang kosongnya dan bukan pada dinding yang membatasinya. Tentunya beliau berbicara mengenai realitas spiritual. Ini juga merupakan realitas bagi Menara Petronas. Tenaga kekosongan ditingkatkan dan dibuat lebih jelas dengan adanya jembatan pejalan kaki yang ... dengan struktur pendukung yang dibangun sebagai gerbang ke angkasa ... sebagai pintu ke alam maya.
César Pelli, arsitek (1995)

Jumat, 13 Desember 2013

Tugu Muda, Semarang, Jawa Tengah


Tugu Muda Semarang terletak di tengah persimpangan Jalan Pandanaran, Jalan Mgr Sugiopranoto, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pemuda dan Jalan Dr. Sutomo. Sebelah Utara Tugu Muda ini terdapat Gedung Pandanaran di sebelah Timur terdapat Lawang Sewu, di sisi selatan berhadapan dengan Museum Mandala Bhakti, serta di sebelah barat Tugu Muda terdapat Wisma Perdamaian, Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah dan Gereja Katedral Semarang
Tugu Muda adalah sebuah monumen yang dibuat untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang melawan penjajah Jepang. Tugu Muda ini menggambarkan tentang semangat berjuang dan patriotisme warga Semarang, khususnya para Pemuda yang gigih, rela berkorban dengan semangat yang tinggi mempertahankan Kemerdekaan Indonesia pada Umumnya dan mempertahankan kota Semarang pada khususnya. 

Sejarah 
Peletakan batu pertama dilakukan pada tanggal 28 Oktober 1945, oleh Mr. Wongsonegoro (Gubernur Jawa Tengah) pada lokasi yang direncanakan semula yaitu didekat Alun-alun. Namun karena pada bulan Nopember 1945 meletus perang melawan Sekutu dan Jepang, proyek ini menjadi terbengkalai. Kemudian tahun 1949, oleh Badan Koordinasi Pemuda Indonesia (BKPI), diprakarsai ide pembangunan tugu kembali,namun karena kesulitan dana, ide ini juga belum terlaksana. 
Tahun 1951, Walikota Semarang, Hadi Soebeno Sosro Wedoyo, membentuk Panitia Tugu Muda, dengan rencana pembangunan tidak lagi pada lokasi alun-alun, tetapi pada lokasi tempat terjadinya peristiwa pertempuran lima hari di semarang yakni di pertemuan Jl. Pemuda, Jl. Imam Bonjol, Jl. Dr. Sutomo, dan Jl. Pandanaran dengan Lawang Sewu seperti lokasi sekarang ini. Akhirnya pada tanggal 10 Nopember 1951, Gubernur Jawa Tengah Boediono meletakkan batu pertama di lokasi yang baru ini.
Tugu muda diresmikan pada tanggal 20 Mei 1953, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, oleh Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia. Desain tugu dikerjakan oleh Salim, sedangkan relief pada tugu dikerjakan oleh seniman Hendro. Batu yang digunakan antara lain didatangkan dari Kaliurang dan Paker.

Arsitektur
Tugu Muda berbentuk seperti lilin yang mengandung makna semangat juang para pejuang untuk mempertahankan kemerdekaan RI tidak akan pernah padam. Bentuk Tugu muda merupakan tugu yang berpenampang segi lima. Terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu landasan, badan dan kepala. Pasa sisi landasan tugu terdapat relief. Keseluruhan tugu dibuat dari batu. Untuk memperkuat kesan tugunya, dibuat kolam hias dan taman pada sekeliling tugu.
Untuk mempercantik Tugu Muda, dibangunlah sebuah taman yang mengelilingi Tugu Muda. Di taman ini di beri beberapa ornamen supaya tugu muda dapat dijadikann sebagai taman kota, antara lain ada air mancur, lampu-lampu warna putih dan kuning yang akan menambah kesan anggun di malam hari. Pada taman terdapat pohon cemara, duplikasi senjata bambu runcing yang tegak berdiri berjajar sebanyak 5 (lima) buah yang menggambarkan Pertempuran lima hari di Semarang dengan bersenjatakan bambu runcing.
Pada bagian kaki tugu terdapat relief dengan lima buah sangga pilar,yang kecuali dipergunakan untuk menggambarkan berbagai macam relief,juga dimaksudkan sebagai lambang Pancasila
Pada tiap-tiap sangga terdapat hiasan-hiasan yang berbeda satu dengan yang lain yaitu:
  Relief Hongerodeem
Menggambarkan kehidupan rakyat Indonesia pada zaman penjajahan Belanda dan Jepang yang sangat tertindas dan banyak yang menderita kelaparan,hingga hongerodeem atau penyakit busung lapar merajalela di kalangan masyarakat
       Relief Pertempuran
Menggambarkan betapa besar gelora semangat serta keberanian para pemuda Semarang dalam mempertahankan kemerdekaan negara dan bangsanya
  Relief Penyerangan
Melambangkan perlawanan rakyat Indonesia terhadap pihak penjajahan untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan
  Relief Korban
Menggambarkan bahwa dalam pertempuran Lima Hari di Semarang, banyak rakyat yang menjadi korban.
  Relief Kemenangan
Menggambarkan hasil jerih payah dan pengorbanan yang telah membasahi kota Semarang

Kalau anda berkunjung ke Semarang, sebaiknya sempatkan waktu untuk mengunjungi dan melihat Ikon Kota Semarng ini...:-)

Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia


Ketika masih kuliah di jurusan Arsitektur, saya sudah ingin sekali mengunjungi ke salah satu bangunan bersejarah yang berciri arsitertur Gothic ( maaf..bukan Goyang Itik...hehe ), terletak di tengah Kota Semarang, Jawa Tengah. Bangunan ini juga termasuk dalam bangunan konservasi yang dilindungi seperti yang tertuang di Surat Keputusan Walikota Semarang no. 650/50/1992 dan Undang Undang no. 5 tahun 1992 yang diperbarui dengan Undang Undang no.11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Untuk menuju bangunan ini bisa ditempuh dari berbagai arah dan berbagai cara :
   1. Dari  arah Selatan  kota  Semarang ( dari arah Solo ), turun
       di Sukun  atau  swalayan Ada-Banyumanik terus naik  BRT
       koridor II dan turun di halte Tugu Muda
   2. Dari arah Barat  kota Semarang ( dari  arah Kendal ), turun
       di  Terminal Mangkang  lalu  naik BRT  koridor I  dan turun
       di halte Tugu Muda
   3. Dari arah Timur  kota  Semarang ( dari  arah  Purwodadi ),
       turun di terminal  Penggaron  lalu  naik BRT koridor I  dan
       turun di halte Gereja Katedral atau halte Tugu Muda.
   4. Dari arah  Utara  kota  Semarang ( dari  arah  Demak  atau
       Kudus), turun  di  terminal Terboyo  lalu  naik BRT koridor I
       dan turun di Tugu muda
Bangunan yang dibangun pada 1904 sampai 1907, dulunya bernama Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij ( NIS ) atau Jawatan Kereta Api yang berada di Wilhelminaplein ( sekarang: bundaran Tugu Muda). Disebut LawangSewu dikarenakan bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar yang besarnya lebih mirip pintu (jawa: Lawang )
Pada masa perjuangan kemerdekaan yaitu pada pertempuran 5 hari di Semarang (14 - 19 Oktober 1945 ), bangunan ini pernah menjadi lokasi pertempuran hebat antara AMKA ( Angkatan Muda Kereta Api ) melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Setelah kemerdekaan, pernah menjadi kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia /DKRI ( sekarang : PT Kereta Api Indonesia ) dan Kantor Badan Prasarana KODAM IV/ Diponegoro.
     Bangunan Lawang Sewu secara arsitektur memang sangat indah dan menarik, tetapi sayangnya yang membuat terkenal dan menarik justru cerita mistis nya. Bahkan ada film yang menceriterakan tentang mistis dan angkernya nya bangunan ini dan ada juga siaran TV swasta nasional yang mengadakan siaran  Uji Nyali dengan lokasi di sini. 
Sebelum dipugar, bangunan ini tidak terawat dan tertutup untuk umum, tetapi setelah dipugar tempat ini menjadi kelihatan bersih dan mulai dibuka untuk umum.
     Dengan dibuka nya tempat ini untuk umum, berarti terbukalah kesempatan saya untuk mewujudkan keinginan untuk bisa mengunjungi bangunan ini, sekaligus membuktikan tentang cerita mistis yang sering dihembuskan oleh banyak media dan paranormal.
Setelah sebelumnya membuat janji dengan petugas yang berjaga di LawangSewu, sekitar jam 21.30 saya tiba di lokasi.  Tujuan pertama saya adalah menikmati keindahan arsitektur gothic nya dengan mengelilingi komplek bangunan, setelah cukup puas menikmati keindahan bangunan, maka saatnya ke tujuan ke dua yaitu ke ruang bawah tanah yang kata banyak orang banyak hantu nya.......:-D
Saat itu waktu sudah menunjukkan sekitar jam 23.00, setelah sebelumnya memakai sepatu boots dan ditemani seorang pemandu, mulailah penjelajahan ruang bawah dari bangunan LawangSewu. Dari pemandu yang saya lupa namanya ( maaf ya mas...:-D ), meluncurlah banyak informasi tentang sejarah ruang bawah tanah ini.
     Ruang bawah tanah dari bangunan LawangSewu yang terdiri dari 8 ruangan bagian kanan dan 8 ruangan bagian kiri. Setiap ruangan terdiri dari 16 kotak kolam berukuran 1,5 x 1,5 meter dan dalam sekitar 60 cm, pada awal berdirinya digunakann sebagai ruang penyimpanan air yang sekaligus berfungsi sebagai pendingin dan penyejuk bagi ruangan ruangan di atas nya, sehingga semua ruangan di LawangSewu walaupun tidak memakai AC akan tetap terasa sejuk, meski suhu diluar bangunan sangat panas.
   Ketika jaman penjajahan Jepang, ruang ini berubah fungsi menjadi Penjara Bawah Tanah. Dimana 5 -9 orang dimasukkan dalam sebuah kotak kolam kemudian diisi air sebatas leher dan ditutup pintu besi. karena banyaknya yang ditangkap maka Jepang juga membuat penjara berdiri yang jumlahnya cukup banyak, dimana mereka berdesakan berdiri kemudian ditutup pintu besi sampai mereka mati. Jika dalam seminggu, yang mereka masih hidup ( penjara jongkok maupun berdiri ), maka kepala mereka akan dipenggal dalam ruangan khusus dan mayat nya dibuang di sungai sebelah gedung ( kali Semarang ).
   Perjalanan berkeliling di ruang bawah tanah sangatlah menarik, karena ternyata bangunan LawangSewu disamping memiliki Arsitektur yang indah juga memiliki Fisika Bangunan dengan teknik yang hebat dan ramah lingkungan. Salut dan salam hormat untuk Prof. Jacob F. Klinkhamer ( TH Delft ) dan B.J. Quendag yang meng-arsitek-i bangunan ini..Hebat sekali pemikiran dan rancangan anda...:-)
Tidak terasa waktu sudah hampir jam 01.00, tapi...mana hantu nya yaa???? jangan kan nongol, ngintip aja juga kagak.....
Karena sudah larut malam, mending cari kopi di taman Tugu Muda aja dech.., yang terletak di seberang jalan dari gedung LawangSewu....
Ayo.....datang aja  ke LawangSewu, kota Semarang....:-D

Jumat, 18 Oktober 2013

Jembatan BARELANG, Batam, Kepulauan Riau, Indonesia

Jembatan Barelang adalah jembatan yang merupakan kebanggaan masyarakat Pulau Batam. Jembatan Barelang terdiri dari 6 Jembatan yang menghubungkan Pulau Batam dengan 6 Pulau lainnya yang masih berada di bawah Otorita Pemerintah Kota Batam, yaitu : 
(1) Pulau Batam
(2) Pulau Tonton
(3) Pulau Nipah
(4) Pulau Setoko
(5) Pulau Rempang
(6) Pulau Galang
(7) Pulau Galang Baru.
Nama BARELANG merupakan singkatan dari nama 3 Pulau Besar dilalui 6 Jembatan tersebut yaitu Pulau BAtam, Pulau REmpang dan Pulau GaLANG
Jembatan Barelang, khususnya Jembatan Pertama yang menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Tonton ini telah menjadi LandMark atau Ikon Kota Batam, sehingga banyak logo Instansi Pemerintahan maupun Swasta Kota Batam mengambil bentuk dari Jembatan Barelang. Pada umumnya, menurut pengertian Warga Batam ataupun Wisatawan, Jembatan Barelang adalah Jembatan Pertama yang menghubungkan Ketujuh Pulau yang dimaksud. Karena Jembatan Pertama adalah Jembatan termegah dan terpanjang diantara Jembatan-jembatan lainnya. Jembatan yang pembangunannya diprakarsai oleh Bapak B.J. Habibie saat menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) ini dibangun pada tahun 1992 hingga selesai pada tahun 1998. Setiap Jembatan memiliki namanya sendiri yang diambil dari nama para Raja-raja Melayu Riau yang pernah berkuasa pada abab 15 - 18 Masehi. Berikut ini adalah keterangan singkat mengenai keenam Jembatan yang membentuk Jembatan Barelang tersebut :
Jembatan I : Jembatan Tengku Fisabilillah
Jembatan ini menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Tonton ini memiliki Panjang  642 Meter, bentang 350 Meter dan tinggi 38 Meter. Jembatan I Barelang ini merupakan Jembatan yang paling ramai dikunjungi baik dari Warga Batam sendiri maupun dari Wisatawan Luar dan Dalam Negeri karena merupakan Jembatan Termegah diantara kelima jembatan lainnya. Selain menikmati keindahan bangunan Jembatan, keindahan alam sekitarnya juga merupakan poin bagi Jembatan tersebut.
Jembatan II : Jembatan Nara Singa II
Jembatan ini menghubungkan Pulan Tonton dengan Pulau Nipah ini memiliki Panjang 420 Meter, bentang 160 meter dan  ketinggian 15 Meter.
Jembatan III : Jembatan Raja Ali Haji
Jembatan ini menghubungkan Pulau Nipah dengan Pulau Setoko dengan panjang Jembatannya 270 Meter, bentang 45 Meter dan Tingginya 15 Meter.
Jembatan IV : Jembatan Sultan Zainal Abidin
Jembatan ini adalah Jembatan yang menghubungkan Pulau Setoko dengan Pulau Rempang dengan panjang Jembatan 365 Meter, bentang 145 Meter, dan Tinggi 16,5 Meter.
Jembatan V : Jembatan Tuanku Tambusai
Jembatan ini memiliki panjang 385 Meter, bentang 245 Meter dan Tinggi 27 Meter, menghubungkan Pulau Rempang dengan Pulau Galang. Di Pulau Galang ini terdapat Tempat Pengungsian Vietnam (Camp Vietnam) yang dijadikan sebagai tempat wisata sejarah dan juga tempat wisata alam Pantai Melur yang ramai dikunjungi oleh Warga Batam saat menikmati waktu liburan.
Jembatan VI : Jembatan Raja Kecil
Jembatan terakhir dalam Rangkaian Jembatan Barelang adalah Jembatan ini yang memiliki panjang 180 Meter, bentang 45 Meter dan Tinggi 9,5 Meter. Jembatan Raja Kecil ini menghubungkan Pulau Galang dengan Pulang Galang Baru.

Obyek wisata ini merupakan salah satu pilihan destinasi ketika anda berkunjung ke Pulau Batam. Akan terasa kurang kalo anda berkunjung ke Pulau Batam, tanpa mengunjungi tempat yang merupakan Landmark atau Ikon nya....

Jumat, 11 Oktober 2013

Vihara Maitreyawira, Batam, Kepulauan Riau, Indonesia

Maha Vihara Duta Maitreya yang berada di Sei Panas - Pulau Batam,  merupakan vihara Maitreya terbesar di Asia Tenggara. Dengan luas lahan 4,5 hektar, Vihara Duta Maitreya dibangun tahun 1991. Sesuai namanya, vihara ini memiliki nilai religius yang sangat kental sesuai pesan Buddha Maitreya, yaitu pesan cinta kasih semesta.
Hampir di setiap sudut gedung ditemukan arca Buddha Maitreya yang memiliki postur tubuh tinggi lebar, telinga padat dan perut gendut, berkepribadian lugu dan senantiasa tertawa lebar. Menurut Pandita Liyas, Kepala Bidang Sekretaris, Kerohanian, Pendidikan dan Seni Budaya Maha Vihara Duta Maitreya Batam, "Sesuai nama, di hampir setiap sudut Vihara Maitreya terdapat arca Buddha Maitreya dengan senyumnya yang lebar. Begitu dipandang, terasa nuansa hidup yang menyambut hangat, seolah-olah Maitreya berkata: Welcome to the loving world. Ia menuntun semua manusia memasuki dunia baru, hidup dengan damai dan bahagia".
Selain arca Buddha Maitreya, di vihara ini juga terdapat arca buddha lainnya, seperti arca Buddha Gautama, Dewi Kwan Im, Satya Kalama, Amitabha, Baisajyaguru, dan lainnya. Arca tersebut tersebar di berbagai bagian vihara dengan kekhasannya masing-masing.
Di vihara ini terdapat 5 graha yaitu 
1. Graha Maitreya yang merupakan graha dengan fungsi utama, tempat umat Maitreya melakukan kebaktian tiga kali sehari kepada Tuhan Yang Maha Esa, Buddha Maitreya dan para Buddha/Bodhisatva. Graha ini memiliki daya tampung 2.000 orang.
2. Graha Patriat, merupakan graha bakti puja kepada para Buddha yang sekaligus berfungsi sebagai aula pendidikan dan pelatihan serta Dharmasala.
3. Graha Sakyamuni (Sidharta Gautama), merupakan graha kebaktian kepada Hyang Buddha Gautama, Buddha Amitabha, Buddha Baisajyaguru, Bodhisatva Manjusri dan Bodhisatva Samantabhadra.
4. Graha Budhha Avalokitesvara, merupakan graha bakti puja kepada Bodhisatva Avalokitesvara,
5. Graha Budha Satya Kalama. Graha Satya Kalama ini merupakan graha bakti puja kepada Bodhistva Satya Kalama.
 Selain memiliki graha, di kawasan ini juga terdapat sekolah, mulai dari pra play group, TK, SD, SMP dan SMA. Di sekolah ini, selain mengikuti kurikulum nasional, siswanya diajarkan tiga bahasa wajib, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin. Khusus siswa SMP kelas 1, 2 dan 3 mereka diasramakan yang kemudian dibina untuk pembentukan karakter dan sikap. Menurut Pandita Liyas, "Siswa SMP kita inapkan di asrama, 24 jam mereka dipantau oleh guru pendamping. Mereka mengikuti penataran dan pelatihan sikap mandiri dan bersosialisasi dengan sesama. Dengan harapan saat keluar nanti mereka lebih memiliki jiwa sosial yang tinggi, berbudi pekerti, dan mandiri". Setelah sukses dan mendapat sambutan baik dari orang tua siswa, sistim pembinaan juga akan diterapkan untuk siswa SMA yang rencananya akan dimulai tahun 2011 ini.
 
"Vihara Maitreya merupakan centre kesenian kasih alam, setiap tahun telah memiliki kalender tetap bekerjasama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Imlek kemarin kita menggelar open house vegetarian food yang dihadiri lebih dari 20.000 orang, dan penutupan imlek nanti atau cap go meh, Vihara Maitreya menggelar serangkaian kesenian yang bernuansakan tionghoa, pendidikan, moral dan kasih alam berupa tari-tarian, drama dan tembang rohani," lanjut Pandita Liyas.